Ketika Isi Kepala Tak Lagi Berbusana

Hari-hari ini dunia maya sudah seperti dunia nyata. Benturan-benturan itu terasa sekali bahkan lebih dalam rasanya dari hanya sekedar cibiran orang di jalanan. Apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Keniscayaan implikasi dunia maya ternyata lambat laun menemukan bentuknya. Hari ini semua ide, gagasan dan opini tertumpah ruah ke ruang-ruang publik yang tak lagi bersekat. Isi pikiran itu tak lagi berbusana. Ia dengan mudahnya secara telanjang menari-nari di ruang publik dan menelanjangi yang tak sejalan dengannya. Tak ayal, banyak menyisakan luka dan perih.

Berapa banyak persahabatan tak lagi indah meski ribuan maaf telah terucap. Terkadang ingin ke masa lalu ketika isi pikiran tak mudah menerobos semua sekat. Kalaupun ia harus keluar, telah berbusana dengan manis meskipun tak diterima namun tak melukai.

Memang zaman telah berubah tapi pilihan tetap berbusana yang baik takkan pernah berubah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lulus menjadi Residen PPDS Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (IKFR) FK-UNDIP Juli 2017

Perjuangan Masuk PPDS IKFR UNDIP

menuju PPDS IKFR UNDIP