Lulus menjadi Residen PPDS Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (IKFR) FK-UNDIP Juli 2017

Mau cerita sedikit buat kenang-kenangan sebelum Insyaallah Juli 2021 lulus menjadi Sp.KFR (Amin Ya Allah, Ya Rabbal Alamin..☺)

Mungkin diantara sahabat pernah merasakan kegagalan yang berulang, kalau iya sama seperti saya. Saya juga telah merasakan namanya gagal berkepanjangan. Ya gagal berkali-kali  menjadi Residen IKFR. Tepatnya gagal sebanyak 3x. Saya harus menjalani tes masuk IKFR sebanyak 4x dan Alhamdulillah tes masuk ke-4, Allah mengizinkan saya menjadi seorang Residen IKFR. Dua tes pertama saya lakukan di IKFR FK-UI dan 2 tes berikutnya di IKFR FK-Undip. 

Bagaimana rasanya gagal, gagal dan gagal lagi..?? Pedihhh...dan menyakitkan...☹️. Apalagi Saya menjalani tes diusia yang gak bisa dibilang muda lagi, 35 tahun. Mungkin sahabat akan bertanya, loe ngapain aja udah menjelang senja, 35 tahun, baru tes masuk spesialis?. Kalau niat sebenarnya saya sudah punya sejak masih PTT saat berusia 26 tahun, tapi petualangan bekerja dan tuntutan hidup membuat saya harus rela melakukannya di usia 35 tahun. 

Saya wisuda menjadi Dokter tahun 2005 kemudian PTT tahun 2006 dan selesai 2007. Pada Maret 2006 saya juga memulai hidup baru (menikah). Menikah adalah titik awal saya menata hidup. Berusaha dengan kehidupan baru tersebut bekerja mencari nafkah sekaligus sedikit memberikan yang saya dapatkan untuk orang tua dengan harapan bermanfaat buat adik-adik saya yang masih kuliah. Dari tahun 2006-2007 PTT dan dari 2007-2010 Praktek mandiri dan seliweran kerja di RS. Hingga akhirnya lulus tes PNS Pemda Depok dan ditempatkan di RSUD Depok. 

Saat diterima sebagai PNS RSUD Depok saya punya target dan keinginan kuat setelah 2 tahun mengabdi akan melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis. Tapi apa daya setelah 2 tahun mengabdi di RSUD Depok BKD belum mengijinkan untuk melanjutkan sekolah. Saat itu, sempat bimbang apakah bersabar dulu menunggu atau mengundurkan diri untuk sekolah mandiri. Akhirnya setelah musyawarah dengan istri dan orang tua, saya memilih bersabar. Kesabaran itu tidak sia-sia, tahun 2015 Direktur RSUD Depok dan BKD Depok mengizinkan saya untuk melanjutkan sekolah. Direktur menyarankan saya untuk mengambil Rehab Medik untuk kebutuhan RS. Saat itu saya gak tau apa itu Rehab Medik. Saya pelajari dulu ruang lingkupnya dan akhirnya saya terima. Pertimbangan saya, Rehab Medik cukup menarik meski mimpi saya menjadi Kardiolog. Saya harus realistis di usia 35 tahun gak mudah untuk bisa diterima menjadi Residen Kardio. Singkat cerita, saya mulai persiapan tes masuk IKFR FK-UI. Kenapa IKFR FK-UI? pertimbangan saya cuma dekat dengan tempat tinggal (Saya tinggal Depok). 

Ternyata banyak hal yang harus saya siapkan. Prasyarat untuk bisa mengikuti tes masuk IKFR FK-UI salah satunya adalah nilai TOEFL minimal 500. Saya sudah lama gak update TOEFL jadi lumayan galau. Saya putuskan belajar mandiri untuk TOEFL. Ternyata gak mudah untuk bisa dapat TOEFL minimal 500. Kalau gak salah, saya harus tes sebanyak 6x di LIA pramuka dan 4x di LBI UI baru skor TOEFL saya diatas 500.

Tes masuk IKFR FK-UI yang pertama dan kedua saya gagal....Membayangkan bagaimana beratnya mempersiapkan diri dan harus disudahi dengan kegagalan rasanya galau tingkat dewa...Tapi mau bagaimana?? menyerah?? TIDAK...Dalam hati, selama masih bisa tes, usia masih memenuhi akan saya coba lagi dimanapun...

Di laman UM-Undip saya lihat batasan usia tes masuk  IKFR 37 tahun, usia saya 36 tahun masih bisa..!!. 

Persyaratan skor TOEFL untuk  Tes IKFR FK-UNDIP hanya membutuhkan skor 450, gak tau saat ini tahun 2020, gak pernah liat-liat UM Undip lagi☺. 

Mau cerita sedikit persiapan tes masuk IKFR UNDIP. Jadi bahan-bahan yang dipersiapkan untuk saya peroleh dari fotokopi Rifki posisinya disamping belakang RSUP Kariadi. Semua yang mau tes masuk PPDS bagian apapun di FK-UNDIP biasanya akan datang ke fotokopi Rifki untuk menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan.

Berbeda dengan tes masuk PPDS FK-UI, tes masuk FK-UNDIP dibagi atas 2 tahap. Tahap I tes tertulis berupa tes kemampuan akademik dan substansi dan Tahap II tes berupa wawancara dan tes kesehatan. Tes tahap II bisa diikuti kalau tes tahap I lulus. Jadi menurut saya dalam hal ini, mekanisme tes masuk PPDS FK-UNDIP lebih baik dari tes masuk FK-UI. Karena di UI kita gak tau gagalnya dimana, apakah pada tes tertulis, tes wawancara atau tes kesehatan. Yang jelas saat tes di UI darah dan urin saya harus diambil untuk tes lab dan Chest X-Ray setiap kali mengikuti tes masuk. Jadi saat itu saya mengikuti 2x tes masuk PPDS FK-UI, 2x itu pula saya harus tes lab dan rontgen. Lumayan besar biaya yang harus dipersipakan buat ukuran saya hanya untuk tes masuk yang hasilnya gak jelas dimana letak kegagalannya, apakah di tes tertulis, tes wawancara atau gagal keduanya, tapi ya sudah itu sudah menjadai peraturan disana begitu.

Sebaliknya tes masuk PPDS FK-UNDIP kita akan tau gagal tes di bagian mana. Tes masuk PPDS IKFR FK-UNDIP yang pertama saya lulus tes tertulis tapi gagal tes wawancara. Saya juga sedih banget kenapa masih gagal, sementara persiapan saya sudah sangat maksimal, tapi hasil self-evaluasi, mungkin saya terlalu percaya diri sehingga membuat banyak konsulen gak suka mendengar jawaban saya. Saya lakukan lagi tes yang kedua dengan berusaha memperbaiki yang mungkin membuat saya gagal. Alhamdulillah hasil tes yang kedua saya lulus diterima menjadi Residen IKFR FK-UNDIP. Saya menyadari, ini semua adalah berkah dari Allah SWT, lewat doa Ibu saya, doa istri saya dan doa semua keluarga. Alhamdulillahi Rabbil Alamin..

Tidak ada sesuatu yang instan, semua butuh proses, jika sahabat sangat ingin mewujudkan mimpi sahabat jangan pernah menyerah, ambil semua kesempatan selagi bisa dan persiapkan diri, lakukan yang terbaik dan evaluasi diri, selanjutnya biarkan Allah SWT memutuskan yang terbaik buat kita.

Terima Kasih

Komentar

  1. Keren semoga cepat lulus sp.kfr

    BalasHapus
  2. Saya sedang menjalani tes masuk ppds ikfr yg ke dua, mohon doanya semoga saya juga bisa diterima. Yg pertama saya gagal masuk UI, yang kedua ini saya mendaftar Unpad.

    BalasHapus
  3. keren sekali, saya coba test ppds 2x tapi masih belum diterima, semoga ada rejeki juga seperti dokter :)

    BalasHapus
  4. Salam kenal dokter, sy Siska, dokter umum yg juga disarankan dirut RS ambil KFR. Dokter, bisakah sy dapat kontak dokter utk tanya2 lebih lanjut ttg PPDS KFR Undip?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh ke email sy, kamaluddin.kacaribu@gmail.com

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan Masuk PPDS IKFR UNDIP

menuju PPDS IKFR UNDIP