Belajar Dari Kuli Bangunan
Ada satu kisah seorang kuli bangunan yang sangat rajin bekerja, pekerjaannya selalu ia tekuni, bekerja dengan profesional hingga bangunan hasil pekerjaannya sangat baik dan berkualitas. Developer tempat ia bekerja sangat kagum dengan hasil pekerjaannya, hingga tak terasa ternyata developer ini telah mempekerjakan kuli bangunan itu selama 20 tahun.
Suatu hari sang kuli ini menemui sang developer dan menyampaikan maksudnya bahwa ia ingin berhenti bekerja karena usianya yang sudah hampir memasuki usia pensiun dan mengatakan bahwa fisiknya sudah mulai tidak memadai untuk bekerja sebagai kuli bangunan.
Menanggapi itu, sang developer mengatakan bahwa ia meminta sang kuli untuk mengerjakan 1 rumah terakhir untuknya. Mendengar itu, sang kuli menolaknya karena ia merasa sudah cukup lelah. tapi sang developer terus membujuknya dan meyakinkan sang kuli bahwa itu adalah pekerjaan terakhirnya.
Akhirnya dengan berat hati sang kulipun menerima pekerjaan itu. Dalam hatinya sang kuli berkeluh kesah, 'bos saya ini gak bosan-bosan terus memeras tenaga saya padahal saya sudah tidak mau bekerja lagi.
kuli inipun mulai melakukan pekerjaannya. Biasanya kuli ini dikenal sebagai pekerja yang tekun, cermat, profesional dan punya semangat tinggi dalam bekerja. Namun kali ini, ia bekerja sebaliknya. pondasi bangunan dibuat seadanya, tiang-tiang dan atapnyapun demikian. apalagi finishing bangunannya sangat jauh dari standar yang biasa dibuatnya. yang ia fikirkan hanya bagaimana agar rumah ini cepat selesai.
Singkat cerita, rumah itupun selesai dan ia menghadap ke sang developer bahwa rumah yang ia inginkan telah selesai dikerjakannya. Lalu sang developerpun mengajak kuli itu menuju ke rumah itu dan tepat di depan pintu rumah itu, sang developer memeluk sang kuli dan mengucapkan terima kasih kepadanya atas kerja keras dan semangatnya membangun rumah-rumah indah untuknya. Sebagai ucapkan terima kasih, sang developer itu memberikan kunci rumah yang terakhir dibangun kuli itu kepada kuli tersebut. Alangkah terkejutnya kuli tersebut, ternyata rumah terakhir yang dipesan bosnya itu adalah rumah untuknya. Berlinanglah air mata sang kuli, ia merasa haru sekaligus sedih dan kecewa. ia merasa haru karena ternyata bosnya menaruh perhatian padanya dan merasa sedih dan kecewa mengapa ia tidak bersungguh-sungguh mengerjakan pekerjaan terkhirnya. Ia menyesali perbuatannya, andai saja ia sungguh-sungguh bekerja seperti selama ini tentu ia akan menempati rumah idaman nan indah.
Kita tidak pernah tahu hikmah dibalik semua pekerjaan yang kita lakukan. Mengerjakan pekerjaan dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan sepanjang masa adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat.
Komentar
Posting Komentar