Indahnya Perbedaan
Aku pernah mendapat postingan di fbku dari teman kuliahku dulu. Ia seorang nasrani yang cukup religius. Sebelumnya perkenalkan aku adalah seorang muslim. berangkat dari postingan temanku tadi isinya adalah ia merasa berbahagia bahwa di daerah tertentu ada acara MTQ (musabaqah Tilawatil Qur'an) saat pawai kontingennya diiringi oleh rombongan pastor untuk memeriahkan acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kita biasanya disuguhi berita orang islam membakar gereja atau sebaliknya orang kristen membakar mesjid, dengan adanya peristiwa ini memberikan harapan kedamaian dan rasa persaudaran.
Aku bisa menangkap pesan dari teman nasraniku ini. Wajar bila ia berpikiran demikian karena kapasitasnya memang seperti itu, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi dari perspektifku, ada yang keliru dengan hal itu. karena dari pemahaman islam hal seperti itu tidak tepat. mengapa? sebelum menjawab itu, sebaiknya kita garis bawahi dulu bahwa islam adalah agama yang toleran, cinta damai dan cinta persaudaraan. kembali ke pertanyaan mengapa? ini karena dalam hal keagaamaan,Islam melarang untuk mencampuradukkan islam dengan simbol-simbol ataupun pemahaman agama lain. Karena dalam islam jelas lakum dinikum waliyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Untuk syiar dan ritual dalam islam itu adalah aspek kekhususan yang tidak pada tempatnya bila dicampur dengan simbol-simbol dan pemahaman agama lain. Sedangkan diluar aspek kekhususan itu islam memang menganjurkan untuk saling menghormati antar umat beragama, bekerja sama dalam kemasyarakatan, tolong menolong dalam kebaikan dan kemanfaatan apapun suku dan agamanya.
Jadi untuk kegiatan yang memunculkan simbol-simbol keagamaan biarlah kita jalani masing-masing, saling toleransi saja dengan membiarkan masing-masing dari kita menjalankan ibadah agama kita masing-masing tanpa harus berlebihan dengan kita ikut-ikutan berseksistensi di dalamnya padahal itu bukan ranah agama kita. Cukuplah kita diam dengan kegiatan agama penganut lain, itu sudah menunjukkan kita menghormati agama dan kepercayaan orang lain tanpa kita harus ikut-ikutan merayakannya.
Sementara untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan kita semua penganut agama yang berbeda adalah bersaudara, kita saling cinta kasih, tolong-menolong dalam kebaikan serta punya hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Mari dengan perbedaan itu, kita buat bumi pertiwi ini menjadi indah dengan spirit agama kita masing-masing.
Aku bisa menangkap pesan dari teman nasraniku ini. Wajar bila ia berpikiran demikian karena kapasitasnya memang seperti itu, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi dari perspektifku, ada yang keliru dengan hal itu. karena dari pemahaman islam hal seperti itu tidak tepat. mengapa? sebelum menjawab itu, sebaiknya kita garis bawahi dulu bahwa islam adalah agama yang toleran, cinta damai dan cinta persaudaraan. kembali ke pertanyaan mengapa? ini karena dalam hal keagaamaan,Islam melarang untuk mencampuradukkan islam dengan simbol-simbol ataupun pemahaman agama lain. Karena dalam islam jelas lakum dinikum waliyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Untuk syiar dan ritual dalam islam itu adalah aspek kekhususan yang tidak pada tempatnya bila dicampur dengan simbol-simbol dan pemahaman agama lain. Sedangkan diluar aspek kekhususan itu islam memang menganjurkan untuk saling menghormati antar umat beragama, bekerja sama dalam kemasyarakatan, tolong menolong dalam kebaikan dan kemanfaatan apapun suku dan agamanya.
Jadi untuk kegiatan yang memunculkan simbol-simbol keagamaan biarlah kita jalani masing-masing, saling toleransi saja dengan membiarkan masing-masing dari kita menjalankan ibadah agama kita masing-masing tanpa harus berlebihan dengan kita ikut-ikutan berseksistensi di dalamnya padahal itu bukan ranah agama kita. Cukuplah kita diam dengan kegiatan agama penganut lain, itu sudah menunjukkan kita menghormati agama dan kepercayaan orang lain tanpa kita harus ikut-ikutan merayakannya.
Sementara untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan kita semua penganut agama yang berbeda adalah bersaudara, kita saling cinta kasih, tolong-menolong dalam kebaikan serta punya hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Mari dengan perbedaan itu, kita buat bumi pertiwi ini menjadi indah dengan spirit agama kita masing-masing.
Komentar
Posting Komentar