Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

menuju PPDS IKFR UNDIP

Semua perjuangan telah kulalui. Tinggal menunggu hasil 13 Desember 2016. Akankah berhasil atau kembali menuai kegagalan. Tidak mudah melalui semua proses yang harus aku jalani. Insyaallah berakhir dengan indah. Lantunan doa yang bisa terus kusampaikan ke hadiratMu ya Allah Yang Maha Kasih dan Sayang. Kabulkanlah doa hamba untuk dapat menimba ilmu menjadi PPDS IKFR di UNDIP amin ya Rabbal Alamin...

Ketika Isi Kepala Tak Lagi Berbusana

Hari-hari ini dunia maya sudah seperti dunia nyata. Benturan-benturan itu terasa sekali bahkan lebih dalam rasanya dari hanya sekedar cibiran orang di jalanan. Apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Keniscayaan implikasi dunia maya ternyata lambat laun menemukan bentuknya. Hari ini semua ide, gagasan dan opini tertumpah ruah ke ruang-ruang publik yang tak lagi bersekat. Isi pikiran itu tak lagi berbusana. Ia dengan mudahnya secara telanjang menari-nari di ruang publik dan menelanjangi yang tak sejalan dengannya. Tak ayal, banyak menyisakan luka dan perih. Berapa banyak persahabatan tak lagi indah meski ribuan maaf telah terucap. Terkadang ingin ke masa lalu ketika isi pikiran tak mudah menerobos semua sekat. Kalaupun ia harus keluar, telah berbusana dengan manis meskipun tak diterima namun tak melukai. Memang zaman telah berubah tapi pilihan tetap berbusana yang baik takkan pernah berubah.

Ketika Isi Kepala Tak Lagi Berbusana

Hari-hari ini dunia maya sudah seperti dunia nyata. Benturan-benturan itu terasa sekali bahkan lebih dalam rasanya dari hanya sekedar cibiran orang di jalanan. Apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Keniscayaan implikasi dunia maya ternyata lambat laun menemukan bentuknya. Hari ini semua ide, gagasan dan opini tertumpah ruah ke ruang-ruang publik yang tak lagi bersekat. Isi pikiran itu tak lagi berbusana. Ia dengan mudahnya secara telanjang menari-nari di ruang publik dan menelanjangi yang tak sejalan dengannya. Tak ayal, banyak menyisakan luka dan perih. Berapa banyak persahabatan tak lagi indah meski ribuan maaf telah terucap. Terkadang ingin ke masa lalu ketika isi pikiran tak mudah menerobos semua sekat. Kalaupun ia harus keluar, telah berbusana dengan manis meskipun tak diterima namun tak melukai. Memang zaman telah berubah tapi pilihan tetap berbusana yang baik takkan pernah berubah.

Perjuangan Masuk PPDS IKFR UNDIP

Tulisan yang lalu, pernah kutulis bahwa menjadi dokter umum dan dokter spesialis bagiku sama saja. di saat terakhir ini, aku telah membulatkan tekad untuk menimba ilmu IKFR dengan menjadi PPDS RM FK-UNDIP.  Tentu dengan upaya mengamalkan ilmu spesialis yang optimal akan terasa lebih hidup dan nyaman di masa mendatang. Untuk itu, aku bertekad kuat untuk bisa masuk ppds RM FK-UNDIP. semoga aku bisa lulus semester ini, kalaupun tidak aku akan mencoba untuk terkhir kalinya semester depan.  Ya Allah, perkenankanlah dan kabulkanlah usaha dan doa hamba ini. luluskanlah hamba menjadi seorang spesialis KFR. Amin Ya Rabbal Alamin...

Belajar Dari Kuli Bangunan

Ada satu kisah seorang kuli bangunan yang sangat rajin bekerja, pekerjaannya selalu ia tekuni, bekerja dengan profesional hingga bangunan hasil pekerjaannya sangat baik dan berkualitas. Developer tempat ia bekerja sangat kagum dengan hasil pekerjaannya, hingga tak terasa ternyata developer ini telah mempekerjakan kuli bangunan itu selama 20 tahun.  Suatu hari sang kuli ini menemui sang developer dan menyampaikan maksudnya bahwa ia ingin berhenti bekerja karena usianya yang sudah hampir memasuki usia pensiun dan mengatakan bahwa fisiknya sudah mulai tidak memadai untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Menanggapi itu, sang developer mengatakan bahwa ia meminta sang kuli untuk mengerjakan 1 rumah terakhir untuknya. Mendengar itu, sang kuli menolaknya karena ia merasa sudah cukup lelah. tapi sang developer terus membujuknya dan meyakinkan sang kuli bahwa itu adalah pekerjaan terakhirnya. Akhirnya dengan berat hati sang kulipun menerima pekerjaan itu. Dalam hatinya sang kuli berkel...

Indahnya Perbedaan

Aku pernah mendapat postingan di fbku dari teman kuliahku dulu. Ia seorang nasrani yang cukup religius. Sebelumnya perkenalkan aku adalah seorang muslim. berangkat dari postingan temanku tadi  isinya adalah ia merasa berbahagia bahwa di daerah tertentu ada acara MTQ (musabaqah Tilawatil Qur'an) saat pawai kontingennya diiringi oleh rombongan pastor untuk memeriahkan acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kita biasanya disuguhi berita orang islam membakar gereja atau sebaliknya orang kristen membakar mesjid, dengan adanya peristiwa ini memberikan harapan kedamaian dan rasa persaudaran. Aku bisa menangkap pesan dari teman nasraniku ini. Wajar bila ia berpikiran demikian karena kapasitasnya memang seperti itu, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi dari perspektifku, ada yang keliru dengan hal itu. karena dari pemahaman islam hal seperti itu tidak tepat. mengapa? sebelum menjawab itu, sebaiknya kita garis bawahi dulu bahwa islam adalah agama yang toleran, cinta damai dan cinta persauda...

Bahagia Itu Memberi

Selama menjalani kehidupan ini, kita sering disapa dengan kata bahagia. Sering pertanyaan 'apakah anda bahagia?' menghampiri kita. Tak jarang orang menyebut dirinya tidak bahagia. Mulai dari kehidupan pribadi sampai dalam dunia kerja. Mungkin kita sering mendengar keluh kesah seseorang, aku tidak bahagia dalam rumah tangga, aku tidak bisa bahagia dengan pekerjaanku dan aku tidak bisa bahagia dengan persahabatanku dan lain sebagainya. Tahukah anda, di dunia ini orang mendefenisikan kebahagiaan itu dengan caranya masing-masing. Bahkan yang lebih aneh lagi, ada yang tidak tahu apa itu bahagia. Baginya semua sama saja. Banyak konsep yang bisa kita defenisikan sebagai bahagia. Prinsipnya bahagia itu adalah yang menentramkan hati. Ketika hati tentram, dunia ini selaksa surga yang telah dihadiahkan Tuhan kepada hambanya dan tumbuh rasa syukur yang mendalam telah dipilih Tuhan sebagai salah satu manusia yang diberi kehidupan di dunia ini.  Banyak hal yang bisa menentramkan hati. S...