Postingan

Belajar Dari Kuli Bangunan

Ada satu kisah seorang kuli bangunan yang sangat rajin bekerja, pekerjaannya selalu ia tekuni, bekerja dengan profesional hingga bangunan hasil pekerjaannya sangat baik dan berkualitas. Developer tempat ia bekerja sangat kagum dengan hasil pekerjaannya, hingga tak terasa ternyata developer ini telah mempekerjakan kuli bangunan itu selama 20 tahun.  Suatu hari sang kuli ini menemui sang developer dan menyampaikan maksudnya bahwa ia ingin berhenti bekerja karena usianya yang sudah hampir memasuki usia pensiun dan mengatakan bahwa fisiknya sudah mulai tidak memadai untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Menanggapi itu, sang developer mengatakan bahwa ia meminta sang kuli untuk mengerjakan 1 rumah terakhir untuknya. Mendengar itu, sang kuli menolaknya karena ia merasa sudah cukup lelah. tapi sang developer terus membujuknya dan meyakinkan sang kuli bahwa itu adalah pekerjaan terakhirnya. Akhirnya dengan berat hati sang kulipun menerima pekerjaan itu. Dalam hatinya sang kuli berkel...

Indahnya Perbedaan

Aku pernah mendapat postingan di fbku dari teman kuliahku dulu. Ia seorang nasrani yang cukup religius. Sebelumnya perkenalkan aku adalah seorang muslim. berangkat dari postingan temanku tadi  isinya adalah ia merasa berbahagia bahwa di daerah tertentu ada acara MTQ (musabaqah Tilawatil Qur'an) saat pawai kontingennya diiringi oleh rombongan pastor untuk memeriahkan acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kita biasanya disuguhi berita orang islam membakar gereja atau sebaliknya orang kristen membakar mesjid, dengan adanya peristiwa ini memberikan harapan kedamaian dan rasa persaudaran. Aku bisa menangkap pesan dari teman nasraniku ini. Wajar bila ia berpikiran demikian karena kapasitasnya memang seperti itu, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi dari perspektifku, ada yang keliru dengan hal itu. karena dari pemahaman islam hal seperti itu tidak tepat. mengapa? sebelum menjawab itu, sebaiknya kita garis bawahi dulu bahwa islam adalah agama yang toleran, cinta damai dan cinta persauda...

Bahagia Itu Memberi

Selama menjalani kehidupan ini, kita sering disapa dengan kata bahagia. Sering pertanyaan 'apakah anda bahagia?' menghampiri kita. Tak jarang orang menyebut dirinya tidak bahagia. Mulai dari kehidupan pribadi sampai dalam dunia kerja. Mungkin kita sering mendengar keluh kesah seseorang, aku tidak bahagia dalam rumah tangga, aku tidak bisa bahagia dengan pekerjaanku dan aku tidak bisa bahagia dengan persahabatanku dan lain sebagainya. Tahukah anda, di dunia ini orang mendefenisikan kebahagiaan itu dengan caranya masing-masing. Bahkan yang lebih aneh lagi, ada yang tidak tahu apa itu bahagia. Baginya semua sama saja. Banyak konsep yang bisa kita defenisikan sebagai bahagia. Prinsipnya bahagia itu adalah yang menentramkan hati. Ketika hati tentram, dunia ini selaksa surga yang telah dihadiahkan Tuhan kepada hambanya dan tumbuh rasa syukur yang mendalam telah dipilih Tuhan sebagai salah satu manusia yang diberi kehidupan di dunia ini.  Banyak hal yang bisa menentramkan hati. S...